Kebanyakan yang bekerja dirumah pasti ibu rumah tangga atau bahkan bisa juga bapak-bapak dan mahasiswa. Dengan adanya kerja online dari rumah ini sangat berguna bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan supaya tidak menganggur. Pasti Anda bertanya-tanya apakah ada pekerjaan seperti itu? Jawabnya benar adanya dan sekarang ini banyak sekali yang telah membuktikan terutama orang Indonesia.
Sederhananya, seorang Social Media Specialist bertanggung jawab memegang kendali atas seluruh isi jejaring sosial sebuah perusahaan. Namun pekerjaan mereka tidak sebatas sekedar meng-upload foto atau menulis sebaris dua baris tweet saja. Setiap langkah yang diambil seorang Social Media Specialist di dunia maya sudah terkalkulasi secara strategis. Dari penempatan konten berbeda untuk media yang berbeda, penggunaan kata kunci yang tepat, hingga perencanaan waktu publikasi sangat dibutuhkan untuk menjamin isi posting meraih audiens sebesar-besarnya dan memberi efek yang diinginkan.
Sepertinya tidak ada profesi yang lebih identik dengan kaum milenial dibanding Social Media Specialist dan berbagai variasi jabatannya: Social Media Manager, Admin Social Media, Social Media Officer, dan lainnya. Beberapa tahun silam, pekerjaan ini bisa dibilang tidak ada. Namun kini, kekuatan media sosial menggiring persepsi dan membentuk tren semakin dipahami banyak korporasi sebagai cara meraih perhatian konsumer. Efeknya, hampir setiap perusahaan sekarang memiliki seorang atau beberapa staf yang khusus menangani akun media sosial.
Jadilah fleksibel. Namun, tetap tahu kapan harus bersikap tegas. Pekerja jarak jauh yang baik pasti paham dengan jam kerja mereka, dan sepertinya generasi pekerja saat ini sudah tahu akan hal ini. Survei Deloitte terbaru menemukan bahwa generasi Milenial kini sangat mengutamakan keseimbangan kehidupan pribadi dan kerja yang baik, menganggapnya sebagai prioritas pertama untuk memilih tempat kerja, dan fleksibilitas (seperti bekerja dari rumah) menjadi kriteria berikutnya. Jika dipikirkan lagi, pekerja kantor biasa kini tidak harus mondar-mandir di kantor lagi untuk menjawab panggilan atau menghadiri rapat. Keunggulan dari sistem bekerja di rumah adalah fleksibilitasnya, misalnya dapat menjemput anak-anak di sekolah atau pergi ke gym pada hari kerja. Meskipun kemudian harus menggantinya di lain waktu, Anda tidak perlu bekerja selama 24 jam setiap harinya. Pastikan untuk melakukan hal-hal yang menandakan bahwa pekerjaan telah selesai untuk hari itu, seperti menonaktifkan telepon dan menutup email kerja Anda. Tentu saja, ada hari ketika kita perlu bekerja lembur. Namun, jangan sampai hal tersebut menjadi sebuah keharusan.
Sepertinya tidak ada profesi yang lebih identik dengan kaum milenial dibanding Social Media Specialist dan berbagai variasi jabatannya: Social Media Manager, Admin Social Media, Social Media Officer, dan lainnya. Beberapa tahun silam, pekerjaan ini bisa dibilang tidak ada. Namun kini, kekuatan media sosial menggiring persepsi dan membentuk tren semakin dipahami banyak korporasi sebagai cara meraih perhatian konsumer. Efeknya, hampir setiap perusahaan sekarang memiliki seorang atau beberapa staf yang khusus menangani akun media sosial.
Menyandang gelar Sarjana Hukum (SH) adalah penantian bagi setiap mahasiswa Fakultas Hukum dalam perjalanan studi sepanjang semester. Ketika akhirnya berhasil melewati sidang skripsi dan dinyatakan lulus, senyum sumringah sang sarjana akan menghiasi hari-hari hingga tiba upacara wisuda. Sayangnya senyum ini bisa hilang manakala belum mendapatkan pekerjaan. Sehari setelah wisuda, pertanyaan ‘kerja dimana nanti?’ Akan datang bertubi-tubi.
Bisnis/ kantor virtual kini sedang populer di beberapa negara. Selain menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang mengutamakan keluarga, kantor virtual juga menghemat ongkos transport dan waktu karena tidak terkendala oleh macet di jalan. Anda bisa mencari lowongan yang menawarkan pekerjaan jenis ini di internet dan pilihlah bidang pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman.

Secara umum tujuan Bimbingan Karier di Sekolah sebagai berikut: “Membantu siswa dalam memahami diri dan lingkungannya dalam mengambil keputusan, merencanakan dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya”. (Sukardi,1984 : 31).
Sudah beberapa bulan saya aktif berblog. Saya masih ingat tarikh tepatnya, 19 Disember saya mula diberikan tugasan. Baru sahaja beberapa bulan saya kembali menulis di blog selepas mendaftar ke kelas blog bisnes di bawah Akademi Bekerja Dari Rumah ( ABDR). Hakikatnya, sebelum ini menulis tanpa guru, ibarat menebar gandum tiada burung. Begitulah umpamanya. 
Beri anak pilihan kegiatan. Belbeck biasa melakukan ini ketika anak-anak mulai bosan. Ia akan memberikan mereka setumpuk kertas yang berisi catatan kegiatan apa saja yang merka bisa pilih; misalkan ‘membersihkan ruang bermain’ atau ‘membangun menara lego paling tinggi sedunia’. Saat mereka lebih besar, Belbeck mencoba meminta mereka untuk ikut mengerjakan pekerjaannya, misalnya dengan merapikan file, menyortir surat, dan lain sebagainya.
Ada banyak orang yang terjebak dengan pekerjaannya dengan gaji yang tidak seberapa besarnya. Kerja dari pagi sampai malam dan mungkin bisa lembur dengan pekerjaan yang menumpuk. Itulah tugas para pekerja di perusahaan, harus konsikuen dengan waktu, sehingga tidak sempat bertemu keluarga dirumah. Mungkin ada yang tidak sempat membagi waktu luangnya kepada anak-anak karena tuntutan pekerjaan.
×